KASUS DBD DI KOTA ENDE MENINGKAT - Dinkes Ende
Berita Dinkes :
>
http://picasion.com/i/1UiAC/
Diberdayakan oleh Blogger.
width="468" height="64" type="application/x-shockwave-flash" pluginspage="http://www.macromedia.com/go/getflashplayer" allowscriptaccess="sameDomain" />
Home » » KASUS DBD DI KOTA ENDE MENINGKAT

KASUS DBD DI KOTA ENDE MENINGKAT

Kasus Demam Berdarah (DBD) di Kabupaten Ende mengalami peningkatan cukup drastis sejak awal tahun 2013. Dari awal Januari hingga Februari, terdapat 16 kasus DBD yang ditangani Rumah Sakit Umum Daerah Ende. Demikian dikatakan Kepala Seksi Wabah dan Bencana Bidang Pengendalian Masalah Kesehatan, Dinas Kesehatan Kabupaten Ende, Sislaus Bendu, kepada wartawan di ruang kerjanya, Rabu (20/2). Sislaus mengatakan, pada bulan Januari terdapat 12 kasus DBD, dan pada Februari sebanyak 4 kasus, yang tersebar dibeberapa kecamatan dalam kota, yakni Kecamatan Ende Tengah, Ende Timur, Ende Selatan dan Kecamatan Ndona. Sedangkan, dari daerah luar kota pihaknya belum mendapat laporan. “Menurut pantauan kami, kasus ini belum mewabah karena tersebar di beberapa tempat, bukan terpusat di salah satu tempat. Tapi, pada awal tahun ini mengalami peningkatan yang cukup drastis. Paling banyak ditemukan di Kecamatan Ende Tengah,”katanya. Untuk mengantisipasi agar DBD tidak meningkat dan mewabah, jelas Sislaus, pihaknya melakukan investigasi ke lapangan dengan melakukan survei lokasi, survei jentik nyamuk, dan memberikan informasi kepada masyarakat agar dilakukan pengasapan (voging) di tempat-tempat yang telah terindikasi DBD. “Kami selalu berkoordinasi dengan pihak rumah sakit untuk melakukan investigasi di lapangan dan sosialisasi kepada masyarakat. Media dari virus DBD ini adalah nyamuk, maka tempat yang telah terindikasi DBD akan di voging untuk membunuh nyamuk dewasa dan memutuskan mata rantai penyebaran virus ini. Biasanya dilakukan dua kali di tempat yang telah terindikasi. Di daerah yang telah ditemukan DBD, langsung dilakukan voging. Ke depannya, kami terus melakukan kerja sama dengan rumah sakit dan bidang kesehatan lainnya untuk mencegah penyebaran penyakit ini,”katanya. Sislaus juga mengatakan, pihaknya akan terus melakukan sosialisasi program 3M, yakni Menguras, Menutup, dan Mengubur. Program ini bertujuan untuk mencegah. Ia juga mengimbau masyarakat agar segera ke rumah sakit atau puskesmas terdekat, jika mengalami gejala seperti panas selama 2-7 hari dan darah keluar melalu hidung. “Mari kita mencegah penyakit ini dengan menjaga kebersihan lingkungan kita masing-masing dan menjaga perilaku hidup sehat,”imbau Sislaus. Sementara Kepala Seksi Rawat Jalan RSUD Ende, Wayan mengatakan pihaknya telah menangani 16 kasus DBD sejak awal bulan Januari 2013. Dari 16 penderita DBD tersebut, tidak ada yang meninggal dunia. Ia meminta masyarakat menjaga kesehatan lingkungan. “Setelah kami temukan kasus ini, kami langsung memberikan laporan kepada Dinas Kesehatan untuk menindaklanjuti. Lebih bagus kita mencegah dari pada mengobati.”katanya. (Editor : Amandus Klau) Sumber : Flores Pos
Share this article :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

 
Support : Dinkes Ende Website | PAG Template | LPG Template
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. Dinkes Ende - All Rights Reserved
Original Design by Dinkes Website Modified by PAG