Memberikan pelayanan yang prima dan mengutamakan keselamatan pasien adalah salah satu dari sekian tekad yang dideklarasikan oleh manajemen dan para medis yang ada di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ende.
Hal ini dilakukan dalam upacara bendera sekaligus mengikrarkan delapan tekad dan membubuhi tanda tangan di bentangan kain putih yang diletakan di halaman RSUD Ende, Sabtu (2/6). Kepala Bagian Tata Usaha RSUD Ende, Lodovikus Sunti ditemui di ruang kerjanya, Sabtu (2/6) membenarkan dilakukan janji dan tekad dalam memberikan pelayanan yang baik kepada pasien.
"Gerakan ini hanya mau menggugah kembali para medis dan para pegawai untuk kembali mengingat akan tugas dan fungsi utama sebagai pelayan yang baik. Hal ini bukan berarti selama ini atau sebelumnya kurang memberikan perhatian terhadap pelayanan, namun tekad ini kembali diikrarkan untuk menggugah kembali kesadaran mereka sekiranya sudah terabaikan," sebut Lodovikus.
Ia juga menjelaskan, janji dan tekad lewat Deklarasi Keselamatan Pasien juga merupakan aplikasi dari semboyan yang kini menjadi dorongan bagi manajemen RSUD Ende dalam bekerja yakni 'Sama Fonga' atau berkerja bersama dengan hati. Semuanya itu, kata Lodovikus, merupakan buah hasil kerja sama Sister Hospital antara RSUD Ende dengan Rumah Sakit Panti Rapih.
Sementara itu Ketua Komite Keselamatan Pasien RSUD Ende, dr. Ester Puspa Jelita mengatakan melihat kondisi pelayanan yang terjadi selama ini belum sepenuhnya berjalan baik, maka deklarasi yang dibuat kiranya bisa menyadarkan kembali para medis untuk secara lebih memberikan perhatian kepada para pasien yang berobat di RSUD Ende.
"Kita bertekad untuk tidak boleh ada pasien menderita karena cedera apalagi bisa dicegah. Pasien adalah sentral pelayanan kita karena itu kita harus prima melayani mereka demi keselamatan," kata Ester. Ia juga menambahkan para medis dengan mengikrarkan janji lewat deklarasi ini bisa melihat para pasien sebagai partner dan ketakutan untuk disalahkan hendaknya tidak menghambat komunikasi terbuka antara para pasien dengan pemberi pelayanan.
Lebih lanjut Esther mengatakan, dengan deklarasi itu juga diharapkan adanya transparansi dan rasa tanggung jawab serta kepercayaan dan penghargaan antara pasien dan pelayan kesehatan. "Juga adanya komunikasi dua arah antara pasien dan pelayan kesehatan sehingga bisa memberikan ketenangan dan kenyamanan serta keselamatan bagi para pasien," katanya.
Disaksikan koran ini, para medis dan jajaran manajemen usai upacara deklarasi keselamatan membubuhkan tanda tangan di bentangan kain putih. Aksi membubuhkan tanda tangan ini sebagai wujud dan tekad untuk komit memberikan pelayanan prima kepada para pasien demi keselamatan. (kr7)
Home »
» RSUD ENDE BERTEKAD UTAMAKAN KESELAMATAN
RSUD ENDE BERTEKAD UTAMAKAN KESELAMATAN
Memberikan pelayanan yang prima dan mengutamakan keselamatan pasien adalah salah satu dari sekian tekad yang dideklarasikan oleh manajemen dan para medis yang ada di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ende.
Hal ini dilakukan dalam upacara bendera sekaligus mengikrarkan delapan tekad dan membubuhi tanda tangan di bentangan kain putih yang diletakan di halaman RSUD Ende, Sabtu (2/6). Kepala Bagian Tata Usaha RSUD Ende, Lodovikus Sunti ditemui di ruang kerjanya, Sabtu (2/6) membenarkan dilakukan janji dan tekad dalam memberikan pelayanan yang baik kepada pasien.
"Gerakan ini hanya mau menggugah kembali para medis dan para pegawai untuk kembali mengingat akan tugas dan fungsi utama sebagai pelayan yang baik. Hal ini bukan berarti selama ini atau sebelumnya kurang memberikan perhatian terhadap pelayanan, namun tekad ini kembali diikrarkan untuk menggugah kembali kesadaran mereka sekiranya sudah terabaikan," sebut Lodovikus.
Ia juga menjelaskan, janji dan tekad lewat Deklarasi Keselamatan Pasien juga merupakan aplikasi dari semboyan yang kini menjadi dorongan bagi manajemen RSUD Ende dalam bekerja yakni 'Sama Fonga' atau berkerja bersama dengan hati. Semuanya itu, kata Lodovikus, merupakan buah hasil kerja sama Sister Hospital antara RSUD Ende dengan Rumah Sakit Panti Rapih.
Sementara itu Ketua Komite Keselamatan Pasien RSUD Ende, dr. Ester Puspa Jelita mengatakan melihat kondisi pelayanan yang terjadi selama ini belum sepenuhnya berjalan baik, maka deklarasi yang dibuat kiranya bisa menyadarkan kembali para medis untuk secara lebih memberikan perhatian kepada para pasien yang berobat di RSUD Ende.
"Kita bertekad untuk tidak boleh ada pasien menderita karena cedera apalagi bisa dicegah. Pasien adalah sentral pelayanan kita karena itu kita harus prima melayani mereka demi keselamatan," kata Ester. Ia juga menambahkan para medis dengan mengikrarkan janji lewat deklarasi ini bisa melihat para pasien sebagai partner dan ketakutan untuk disalahkan hendaknya tidak menghambat komunikasi terbuka antara para pasien dengan pemberi pelayanan.
Lebih lanjut Esther mengatakan, dengan deklarasi itu juga diharapkan adanya transparansi dan rasa tanggung jawab serta kepercayaan dan penghargaan antara pasien dan pelayan kesehatan. "Juga adanya komunikasi dua arah antara pasien dan pelayan kesehatan sehingga bisa memberikan ketenangan dan kenyamanan serta keselamatan bagi para pasien," katanya.
Disaksikan koran ini, para medis dan jajaran manajemen usai upacara deklarasi keselamatan membubuhkan tanda tangan di bentangan kain putih. Aksi membubuhkan tanda tangan ini sebagai wujud dan tekad untuk komit memberikan pelayanan prima kepada para pasien demi keselamatan. (kr7)






semoga pelayan RSUD ENDE terus meningkat....
BalasHapus