Kasus kejadian gagal ginjal di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ende dalam lima bulan terakhir dari Januari hingga April 2012 mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Berdasarkan data yang dikumpulkan menyatakan jumlah penderita gagal ginjal sebanyak 28 orang yang terdiri dari laki-laki 17 penderita dan perempuan 11.
Hal ini dikatakan Dokter Spesialis Penyakit Dalam RSUD Ende, dr. Aries Dwi Lestari,SpPD ketika memberikan materi seminar kesehatan peningkatan pelaksanaan penyakit “Gagal Ginjal dan Hipertensi” di Hotel Mentari Jalan Pahlawan, Rabu (11/7/2012).
Dikatakan Aries, kegagalan penanganan disebabkan karena keterlambatan pasien datang ke rumah sakit maupun fasilitas rumah sakit untuk pasien gagal ginjal belum memadai seperti mesin hemodialisa, CAPD. Selain itu sarana laboratorium berupa Elektrolit, BGA yang terbatas serta laboratorium kimia darah tidak buka 24 jam.
Menurut Aries, Penyebab pasien gagal ginjal karena ada riwayat memiliki penyakit diabetes melitus, hipertensi, urolithiasis dan juga penyebab yang tidak diketahui. Aries berharap,agar pasien yang memiliki penyakit gagal ginjal harus sedini mungkin untuk memeriksakan penyakitnya di rumah sakit supaya penanganannya dapat cepat diatasi sebelum terlambat.
Bupati Ende, Don Bosco M Wangge, dalam sambutan tertulis yang dibacakan Asisten Bidang Perekonomian Sekertaris Daerah Kabupaten Ende, Don Randa Ma mengatakan bahwa sarana dan prasarana di Ende dalam menghadapi berbagai macam penyakit saat ini sangat minim selain itu fasilitas juga sangat terbatas, dokter – dokter , perawat dan bidan telah bekerja sangat baik namun tidak bisa seoptimal untuk membantu menyembuhkan saudara – saudara kita yang pada fase kronis.
Bupati Don menghimbau kepada seluruh rekan dokter dan perawat yang ada di garis depan pelayanan kesehatan, bersama – sama menyerap ilmu sebanyak – banyaknya dari kegiatan itu sehingga saudara – saudara kita yang memiliki penyakit fase kronis dapat terbantu.
Sementara itu, Kepala Instansi RSUP DR. Sardjito Yokyakarta, dr Bambang, SpPD –KGH dalam memberikan materi tentang Gagal Ginjal dan Hipertensi mengatakan pasien penyakit gagal ginjal dan keluarga harus mendapat penjelasan yang lengkap mengenai perjalanan alamiah penyakitnya dan resiko yang akan timbul di kemudian hari termasuk terapi dialisis atau transplantasi .
Bambang menjelaskan bahwa komplikasi umum yang di derita pasien gagal ginjal antara lain Hipotensi, kejang/kram, mual, muntah, sakit kepala, nyeri dada, nyeri punggung, gatal dan demam serta menggigil. Penderita Hipertensi mempunyai resiko besar 3,14 kali lebih besar terkena gagal ginjal kronik dibandingkan yang tidak terkena hipertensi.
Untuk menghindari penyakit tersebut, Bambang mengatakan, masyarakat perlu meningkatkan pola hidup sehat dengan cara sering minum banyak air dan makan sabu – sabu (sayur – sayuran dan buah – buahan) selain itu perlu olah raga yang cukup dan menghindari stres. (ria,pt,foto-lilo)
Home »
» PENDERITA GAGAL GINJAL DI ENDE SEMAKIN MENINGKAT
PENDERITA GAGAL GINJAL DI ENDE SEMAKIN MENINGKAT
Kasus kejadian gagal ginjal di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ende dalam lima bulan terakhir dari Januari hingga April 2012 mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Berdasarkan data yang dikumpulkan menyatakan jumlah penderita gagal ginjal sebanyak 28 orang yang terdiri dari laki-laki 17 penderita dan perempuan 11.
Hal ini dikatakan Dokter Spesialis Penyakit Dalam RSUD Ende, dr. Aries Dwi Lestari,SpPD ketika memberikan materi seminar kesehatan peningkatan pelaksanaan penyakit “Gagal Ginjal dan Hipertensi” di Hotel Mentari Jalan Pahlawan, Rabu (11/7/2012).
Dikatakan Aries, kegagalan penanganan disebabkan karena keterlambatan pasien datang ke rumah sakit maupun fasilitas rumah sakit untuk pasien gagal ginjal belum memadai seperti mesin hemodialisa, CAPD. Selain itu sarana laboratorium berupa Elektrolit, BGA yang terbatas serta laboratorium kimia darah tidak buka 24 jam.
Menurut Aries, Penyebab pasien gagal ginjal karena ada riwayat memiliki penyakit diabetes melitus, hipertensi, urolithiasis dan juga penyebab yang tidak diketahui. Aries berharap,agar pasien yang memiliki penyakit gagal ginjal harus sedini mungkin untuk memeriksakan penyakitnya di rumah sakit supaya penanganannya dapat cepat diatasi sebelum terlambat.
Bupati Ende, Don Bosco M Wangge, dalam sambutan tertulis yang dibacakan Asisten Bidang Perekonomian Sekertaris Daerah Kabupaten Ende, Don Randa Ma mengatakan bahwa sarana dan prasarana di Ende dalam menghadapi berbagai macam penyakit saat ini sangat minim selain itu fasilitas juga sangat terbatas, dokter – dokter , perawat dan bidan telah bekerja sangat baik namun tidak bisa seoptimal untuk membantu menyembuhkan saudara – saudara kita yang pada fase kronis.
Bupati Don menghimbau kepada seluruh rekan dokter dan perawat yang ada di garis depan pelayanan kesehatan, bersama – sama menyerap ilmu sebanyak – banyaknya dari kegiatan itu sehingga saudara – saudara kita yang memiliki penyakit fase kronis dapat terbantu.
Sementara itu, Kepala Instansi RSUP DR. Sardjito Yokyakarta, dr Bambang, SpPD –KGH dalam memberikan materi tentang Gagal Ginjal dan Hipertensi mengatakan pasien penyakit gagal ginjal dan keluarga harus mendapat penjelasan yang lengkap mengenai perjalanan alamiah penyakitnya dan resiko yang akan timbul di kemudian hari termasuk terapi dialisis atau transplantasi .
Bambang menjelaskan bahwa komplikasi umum yang di derita pasien gagal ginjal antara lain Hipotensi, kejang/kram, mual, muntah, sakit kepala, nyeri dada, nyeri punggung, gatal dan demam serta menggigil. Penderita Hipertensi mempunyai resiko besar 3,14 kali lebih besar terkena gagal ginjal kronik dibandingkan yang tidak terkena hipertensi.
Untuk menghindari penyakit tersebut, Bambang mengatakan, masyarakat perlu meningkatkan pola hidup sehat dengan cara sering minum banyak air dan makan sabu – sabu (sayur – sayuran dan buah – buahan) selain itu perlu olah raga yang cukup dan menghindari stres. (ria,pt,foto-lilo)






0 komentar:
Speak up your mind
Tell us what you're thinking... !