TURUNKAN ANGKA KEMATIAN IBU ANAK DENGAN IUD DAN IMPLANT - Dinkes Ende
Berita Dinkes :
>
http://picasion.com/i/1UiAC/
Diberdayakan oleh Blogger.
width="468" height="64" type="application/x-shockwave-flash" pluginspage="http://www.macromedia.com/go/getflashplayer" allowscriptaccess="sameDomain" />
Home » » TURUNKAN ANGKA KEMATIAN IBU ANAK DENGAN IUD DAN IMPLANT

TURUNKAN ANGKA KEMATIAN IBU ANAK DENGAN IUD DAN IMPLANT

Salah satu upaya mempercepat penurunan angka kematian ibu melahirkan dan bayi, adalah dengan meningkatkan cakupan peserta keluarga berencana (KB). Hal tersebut bertujuan menunda dan mengatur jarak kelahiran serta mencegah kelahiran jangka panjang bagi pasangan usia subur (pus) yang tidak ingin lagi memiliki anak. Salah satu cara yang tepat adalah dengan menggunakan metode kontrasepsi jangka panjang (MKJP) khususnya IUD dan implant. Hal ini disampaikan Bupati Ende dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Ende, drg. Dominikus Minggu, M. Kes, saat membuka acara pelatihan teknis pemasangan dan pencabutan IUD dan Implant bagi para bidan KKB se-Kabupaten Ende tahun 2013 di Hotel Dwi Putra, Senin (20/5) Untuk itu perlu dilakukan pengendalian angka kelahiran yaitu dengan program KB. Dalam menjalankan program KB, lanjut Bupati, ada 5 poin penting yang menjadi perhatian, yakni mengatur jarak kehamilan yang diinginkan, menjaga kesehatan dan menurunkan kematian ibu, bayi dan anak, meningkatkan ases dan kulalitas informasi, pendidikan, konseling dan pelayanan KB serta kesehatan reproduksi, meningkatkan partisipasi pria dan promosi menyusui bayi sebagai upaya menjarangkan kelahiran. Menurut Bupati Ende, hal tersebut akan dapat berjalan dan mencapai kesuksesan jika didasari dengan kesadaran yang tinggi para PUS dengan tetap menjunjung tinggi nilai nilai sosial, budaya dan keagamaan. Untuk itu, Bupati Ende menegaskan kepada semua pihak untuk turut bertanggungjawab mensukseskan program tersebut untuk mewujudkan pertumbuhan penduduk yang seimbang serta meningkatkan kualitas penduduk dan keluarga, yang berdampak kepada perbaikan di segala aspek kehidupan masyarakat menuju masyarakat yang maju dan mandiri menuju Ende Lio sare pawe. Dan bagi para bidan peserta pelatihan, untuk dapat memberikan pemahaman dan pelayanan yang baik dan tepat kepada para akseptor KB. Menurut data dari kantor Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Ende, dalam 3 tahun terakir, terjadi pertambahan penduduk sebesar 7400 jiwa setiap tahunnya. Hal ini berarti rata-rata seorang ibu melahirkan 4 sampai 5 orang anak selama masa reproduksi. Dari jumlah tersebut, jika tidak menjadi perhatian serius, maka tidak mustahil akan terjadi lonjakan penduduk yang sangat besar di daerah ini yang malah akan menjadi masalah dalam pembangunan. *** (Min Anggo/Humas) Addthis
Share this article :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

 
Support : Dinkes Ende Website | PAG Template | LPG Template
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. Dinkes Ende - All Rights Reserved
Original Design by Dinkes Website Modified by PAG