MENCEGAH LUASNYA DBD, DINKES LAKUKAN “FOGGING” FOKUS - Dinkes Ende
Berita Dinkes :
>
http://picasion.com/i/1UiAC/
Diberdayakan oleh Blogger.
width="468" height="64" type="application/x-shockwave-flash" pluginspage="http://www.macromedia.com/go/getflashplayer" allowscriptaccess="sameDomain" />
Home » » MENCEGAH LUASNYA DBD, DINKES LAKUKAN “FOGGING” FOKUS

MENCEGAH LUASNYA DBD, DINKES LAKUKAN “FOGGING” FOKUS

Untuk mencegah meluasnya penyebaran penyakit demam berdarah dengue (DBD) di Kabupaten Ende, Dinas Kesehatan melakukan fogging (pengasapan) fokus di sejumlah tempat yang warganya telah terserang DBD. Untuk bulan Januari 2012. Dinkes telah melakukan fogging di Nuabosi, Kecamatan Ende, Potu, Kelurahan Onekore, Kecamatan Ende Tengah dan Lokoboko, Kecamatan Ndona. Demikian disampaikan Kepala Seksi Wabah dan Bencana Dinas Kesehatan Kabupaten Ende, Sislaus Bendu, di ruang kerjanya, Sabtu (21/1). Menurut Bendu, fogging fokus dilakukan hanya di daerah yang sudah terindikasi ada penderita DBD yang dirawat di rumah sakit. Agar penyebaran tidak meluas, maka dinas kesehatan mengambil langkah cepat dengan fogging fokus. Ia menjelaskan, sebelum melakukan fogging, petugas dinas kesehatan melakukan advokasi lapangan terlebih dahulu. Hal ini bertujuan untuk memastikan adanya jentik-jentik nyamuk adesaegypti sebagai penyebar penyakit demam berdarah dangue. Berdasarkan laporan dari medical record sebagai pusat data dan informasi RSUD Ende, kata Bendu, telah dirawat 3 orang anak yang terkena DBD. Tiga anak tersebut masing-masing dari Nuabosi, Potu dan Lokoboko. Petugas kita lalu melakukan advokasi lapangan untuk memastikan adanya tanda-tanda jentik nyamuk sebelum fogging. “ Makin cepat kita peroleh data dan informasi dari rumah sakit akan lebih baik. Kita kan lebih cepat lakukan pencegahan. Langkah anisipasitif penting dilakukan untuk menekan laju penyebaran penyakit DBD, “ kata Bendu. Lebih lanjut Bendu menjelaskan, kasus DBD tahun2011 jumlahnya mencapai 35 kasus. Masing-masing untuk bulan Januari 3 kasus, Febuari 5 kasus, Maret 10 kasus, Mei 4 kasus, juni 3 kasus, Juli 3 kasus, September 1 kasus, Oktober 5 kasus dan November 1 kasus. Meski terdapat 35 kasus DBD, semuanya bisa tertolong dan tidak ada korban jiwa. Diharapkan tahun 2012, angka ini bisa ditekan dan masyarakat bisa ikut membantu menekan laju kasus DBD.“ Saat musim hujan seperti sekarang, masyarakat diminta membersihkan lingkungan sekitar. Ikuti pola 3 M : menguras, tempat penyimpanan air secara rutin, menutup tempat penyimpanan air serta mengubur kaleng atau wadah lain yang dapat menampung air hujan dan lainnya. Daerah yang cukup rawan terhadap DBD adalah 4 kecamatan dalam Kota, “kata Bendu. Kepala Bidang Pelayanan RSUD Ende, dokter Lucia Sandra, kepada wartawan di ruang kerja mengatakan pasien yang dirawat di RSUD Ende selama bulan Januari baru 2 orang. Pasien yang dirawat semuanya masih anak-anak masing-masing dari Kelurahan Lokoboko dan Kelurahan Potu. Menurut Lucia, pasien dari Potu ini belum sampai pada tingkat demam berdarah. Pasiennya baru menderita demam dangue dan kondisinya sudah mulai membaik. Sedangkan Pasien asal Lokoboko sudah dinyatakan sehat dan sudah kembali ke rumah. (adm,pt)
Share this article :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

 
Support : Dinkes Ende Website | PAG Template | LPG Template
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. Dinkes Ende - All Rights Reserved
Original Design by Dinkes Website Modified by PAG