Penderita penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Ende terus bertambah. Sebelumnya hanya empat orang, kini bertambah menjadi lima orang. Korban yang terakhir ini adalah orang dewasa, Budiyanti (26) yang domisili di Jalan Gatot Subroto, Kota Ende. Subroto sementara mendapatkan perawatan intensif di Ruangan Penyakit Dalam Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ende. Hal ini dikatakan Kepala Bidang Penanggulangan Masalah Kesehatan pada Dinas Kesehatan Kabupaten Ende, Martina Dorkas Banda, SKM, M.Kes
Banda menjelaskan, lima korban DBD di Kabupaten Ende itu lokasi pemukimanya ada di wilayah kota dan pinggiran Kota Ende. Sementara dari wilayah kecamatan, kondisinya masih aman. Menurut Banda, pihaknya langsung merespon kasus DBD tersebut dengan pencegahan lapangan, baik dengan kegiatan fogging maupun tindakan pemberantasan sarang nyamuk yakni melakukan pembersihan tempat persembunyian nyamuk. Tempat perindukan itu, antara lain saluran air, selokan dan bekas kaleng. Tindakan tersebut lebih akrab disebut 3 M. Selain kegiatan itu, pihaknya juga membagi abate, tetapi diberikan melalui puskesmas.
Lebih lanjut Banda mengatakan, kegiatan fogging yang digelar dilokasi pemukiman penderita DBD memang dari segi lingkungan cukup rentan dengan tumbuh-suburnya penyakit DBD. Sebab di pemukiman tersebut cukup padat, dan disejumlah lokasi menjadi tempat perindukan nyamuk yang subur. “Kita hanya fogging local, sekitar 30 rumah yang defogging ,”jelas Banda.
Ditambahkannya, wilayah Kota Ende merupakan daerah endemic DBD. Untuk itu warga harus waspada dengan membantu Dinas Kesehatan menjaga lingkungan agar selalu bersih. “Warga harus keringkan genangan air, bersihkan selokan, kaleng-kaleng, parabola yang tidak miliki lubang, pot bunga, dan potong dahan kayu yang kering dan rimbun. Sebab sarana-sarana ini yang menjadi tempat perindukan nyamuk. Bahkan nyamuk bias menyebabkan penyakit cikungunya,”jelas Banda. Pencegahan DBD ini, kata Banda, selain butuh partisipasi masyarakat, juga harus dilakukan secara lintas sektor.
Sementara itu Direktris RSUD Ende, dr.Yayik yang ditemui di Ruang Kerjanya mengatakan, selama penangganan pasien DBD di rumah sakit itu berhasil disembuhkan. Menurut dr.Yayik, penderita DBD yang terus bertambah di daerah itu, harus disosialisasikan kepada masyarakat untuk mewaspadainya.
Data penderita DBD di Ende yakni Martha Soi (7) asal Nuabosi, Chelsi (4) asal Lokoboko, Fridolin (3) asal Potu, Muhamad Rizki ( 8 bln) alamat Jalan EL Tari, dan Budiyanti (26) alamat Jalan Gatot Subroto.(adm,pt)
Home »
» PENDERITA DBD TERUS BERTAMBAH
PENDERITA DBD TERUS BERTAMBAH
Penderita penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Ende terus bertambah. Sebelumnya hanya empat orang, kini bertambah menjadi lima orang. Korban yang terakhir ini adalah orang dewasa, Budiyanti (26) yang domisili di Jalan Gatot Subroto, Kota Ende. Subroto sementara mendapatkan perawatan intensif di Ruangan Penyakit Dalam Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ende. Hal ini dikatakan Kepala Bidang Penanggulangan Masalah Kesehatan pada Dinas Kesehatan Kabupaten Ende, Martina Dorkas Banda, SKM, M.Kes
Banda menjelaskan, lima korban DBD di Kabupaten Ende itu lokasi pemukimanya ada di wilayah kota dan pinggiran Kota Ende. Sementara dari wilayah kecamatan, kondisinya masih aman. Menurut Banda, pihaknya langsung merespon kasus DBD tersebut dengan pencegahan lapangan, baik dengan kegiatan fogging maupun tindakan pemberantasan sarang nyamuk yakni melakukan pembersihan tempat persembunyian nyamuk. Tempat perindukan itu, antara lain saluran air, selokan dan bekas kaleng. Tindakan tersebut lebih akrab disebut 3 M. Selain kegiatan itu, pihaknya juga membagi abate, tetapi diberikan melalui puskesmas.
Lebih lanjut Banda mengatakan, kegiatan fogging yang digelar dilokasi pemukiman penderita DBD memang dari segi lingkungan cukup rentan dengan tumbuh-suburnya penyakit DBD. Sebab di pemukiman tersebut cukup padat, dan disejumlah lokasi menjadi tempat perindukan nyamuk yang subur. “Kita hanya fogging local, sekitar 30 rumah yang defogging ,”jelas Banda.
Ditambahkannya, wilayah Kota Ende merupakan daerah endemic DBD. Untuk itu warga harus waspada dengan membantu Dinas Kesehatan menjaga lingkungan agar selalu bersih. “Warga harus keringkan genangan air, bersihkan selokan, kaleng-kaleng, parabola yang tidak miliki lubang, pot bunga, dan potong dahan kayu yang kering dan rimbun. Sebab sarana-sarana ini yang menjadi tempat perindukan nyamuk. Bahkan nyamuk bias menyebabkan penyakit cikungunya,”jelas Banda. Pencegahan DBD ini, kata Banda, selain butuh partisipasi masyarakat, juga harus dilakukan secara lintas sektor.
Sementara itu Direktris RSUD Ende, dr.Yayik yang ditemui di Ruang Kerjanya mengatakan, selama penangganan pasien DBD di rumah sakit itu berhasil disembuhkan. Menurut dr.Yayik, penderita DBD yang terus bertambah di daerah itu, harus disosialisasikan kepada masyarakat untuk mewaspadainya.
Data penderita DBD di Ende yakni Martha Soi (7) asal Nuabosi, Chelsi (4) asal Lokoboko, Fridolin (3) asal Potu, Muhamad Rizki ( 8 bln) alamat Jalan EL Tari, dan Budiyanti (26) alamat Jalan Gatot Subroto.(adm,pt)






0 komentar:
Speak up your mind
Tell us what you're thinking... !